This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 3. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 September 2019

Alat Pemurnian Air

Cara kerja eceng gondok dalam memurnikan air


Eceng Gondok (flickr.com)
Tanaman eceng gondok merupakan tanaman gulma yang membahayakan tanaman lainya. Kini, tanaman ini dapat dijadikan sebagai penjernih air.
Eceng gondok atau Eichhornia crassipes  pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang ilmuan bernama Carl Friedrich Philipp von Martius.  Dia adalah seorang ahli botani berkebangsaan Jerman, di mana pada tahun 1824 ketika sedang melakukan ekspedisi di Sungai Amazon Brasil.
Eceng gondok ditemukan  tumbuh di kolam-kolam dangkal, tanah basah dan rawa, aliran air yang lambat, danau, tempat penampungan air dan sungai. Tumbuhan ini hanya memiliki tinggi sekitar 0,4-0,8 meter dan tidak mempunyai batang, terkadang berakar dalam tanah.
Bentuk daunnya tunggal dan berbentuk oval, sementara ujung dan pangkalnya meruncing, pangkal dan tangkai menggembung, permukaan daunya licin dan berwarna hijau. Termasuk bunga majemuk, berbentuk bulir kelopaknya berbentuk tabung. Biji eceng gondok berbentuk bulat dan berwarna hitam.  Buahnya kotak beruang tiga dan berwarna hijau serta akarnya merupakan akar serabut. Kecepatan menyesuaikan diri membuat tanaman ini tumbuh dengan cepat.
Disamping itu eceng gondok memiliki masa yang besar, tumbuh mengapung diatas permukaan air sehingga mudah dipanen dibandingkan tanaman air lainya.
Namun, tak pelak eceng gondok sering membuat para nelayan dan pengguna transportasi air kewalahan. Meskipun tumbuhan ini mati sekalipun masih dapat menimbulkan masalah, karena ia akan turun ke bagian dasar sehingga mempercepat terjadinya proses pendangkalan.
Nah, dengan berbagai macam hal yang bisa disebabkan oleh eceng gondok. Dengan bahasa, setiap makhluk punya manfaat, hukum ini juga berlaku pada tumbuhan tersebut yang tidak membuat nggondok (kesal-red).  Pasalnya, Retno Nuraini, Gagas Pradani, Nur Ilmawati, dan Melissa Hamas mengandalkan fungsi tanaman eceng gondok dan karbon aktif untuk daur ulang air limbah rumah tangga. “Air jernih tanpa bau itu nantinya bisa dipakai mandi atau bahan air minum,” kata Gagas.
Pengelolaan itu dimulai dengan mengumpulkan air limbah rumah tangga ke bak penampungan. Dengan asumsi sebuah rumah dihuni lima orang, ujar Melissa, air limbah yang dihasilkan sekitar 700 liter per hari.
Air itu kemudian dialirkan ke kolam yang dipenuhi eceng gondok. Fungsi eceng gondok berdasarkan literatur, kata Gagas, menyerap senyawa-senyawa organik, terutama amonia dan fosfat. “Eceng gondok bersifat fitoremediasi atau tumbuhan yang menyerap polutan.”
Air limbah itu didiamkan di kolam eceng gondok selama 24 jam. Setiap batang eceng gondok sanggup membersihkan air limbah domestik, selain tinja, itu sebanyak 4 liter.
Setelah sehari penuh, katup penutup saluran air di ujung kolam eceng dibuka untuk mengalirkan air ke bak penampungan ketiga di bawah tanah.
Di dalam bak itu mereka menyusun saringan berlapis dengan karbon aktif. Bahan arang yang biasa dipakai untuk menghentikan diare itu berfungsi menghilangkan bau air limbah.  Air jernih tanpa bau itu kemudian akan naik sendiri ke atas atau perlu disedot pompa air agar bisa naik hingga bak penampungan di atap rumah lantai dua.
Selain itu, akar tanaman ini juga dapat menghasilkan zat alleopathy yang mengandung zat antibiotoka dan juga mampu membunuh bakteri coli.
Eceng gondok juga mampu menjernihkan atau menurunkan kekeruhan suatu perairan hingga 120 mg perliter silika selama 48 jam sehingga cahaya matahari dapat menembus perairan dan dapat meningkatkan produktivitas perairan melalui proses fotosintesis bagi tanaman air lainnya.
Selain dapat menyerap logam berat, eceng gondok dilaporkan juga mampu menyerap residu pestisida, contohnya residu 2.4-D dan paraquat. Akar dari tumbuhan eceng gondok (Eichhornia crassipes) mempunyai sifat biologis sebagai penyaring air yang tercemar oleh berbagai bahan kimia buatan industri.
Eceng gondok sangat peka terhadap keadaan yang unsur haranya didalam air kurang mencukupi, tetapi responnya terhadap kadar unsur hara yang tinggi juga besar.  Proses regenerasi yang cepat dan toleransinya terhadap lingkungan yang cukup besar, menyebabkan eceng gondok dapat dimanfaatkan sebagai pengendali pencemaran lingkungan.

ALAT PEMURNIAN AIR YANG TERINSPIRASI DARI ECENG GONDOK

Hasil gambar untuk ALAT PEMURNIAN AIR
Penjernihan air merujuk ke sejumlah proses yang dijalankan demi membuat air dapat diterima untuk penggunaan akhir tertentu. Ini mencakup penggunaan seperti air minum, proses industri, medis dan banyak penggunaan lain. Tujuan semua proses penjernihan air adalah menghilangkan pencemar yang ada dalam air atau mengurangi kadarnya agar air menjadi layak untuk penggunaan akhirnya. Salah satu penggunaan tersebut adalah mengembalikan ke lingkungan alami air yang sudah digunakan tanpa berakibatkan dampak yang buruk atas lingkungan

Hasil gambar untuk ALAT PEMURNIAN AIR
Sumber: http://cholifpelajar.blogspot.com/2018/08/alat-pemurnian-air-yang-terinspirasi.html

Lapisan Pelindung dan Pengilap

Teknologi yang Terinspirasi dari Jaringan Pelindung Tumbuhan
Perhatikan Gambar di atas
Daun talas terlapisi kutikula sehingga akan melindungi daun talas , yang akan menyebabkannya licin . Dan begitu juga dengan alat-alat pengkilap dan pelindung pada mobil yang terisnpirasi dari jaringan pada daun yaitu kutikula


Kutikula pada daun merupakan lapisan yang mengandung zat lilin yang diproduksi oleh lapisan epidermis daun, ujung batang dan bagian –  bagian yang bersentuhan dengan udara yang lainnya. Adapun komponen utama penyusun kutikula adalah kutin dan zat lilin. Kutikula memiliki struktur yang rumit dan juga berlapis –  lapis.
Berikut ini adalah beberapa fungsi kutikula pada daun, yakni sebagai berikut :
  • Sebagai jaringan pada daun yang berfungsi untuk melindungi diri dari efek lingkunagn sekitar yang tidak bersahabat dengannya ( pada tumbuhan di laut yang melindungi diirnya dari rasa asin air laut )
  • Sebagai jaringan pada daun yang berfungsi untuk menolak air agar daun tidak basah, meskioun daun tersebut kena air (  contoh seperti pada daun talas )
  • Sebagai jaringan pada daun yang berfungsi untuk mengurangi uap air dari permukaan tumbuhan
  • Sebagai jaringan pada daun yang berfungsi untuk memperlambat hilangnya air dari daun, batang, bunga bahkan biji pada tumbuhan.
  • Sebagai jaringan pada daun yang berfungsi untuk melindungi daun dari serangan patogen
Lapisan pertama pada kutikula ini merupakan lapisan atau timbuan zat  lilin yang  disebut sebagai lapisna lilin epikutikuler. Sedangkan lapisan berikutna merupakan kutikula yang sebenarnya yang mengandung kutin dan zat lilin. Sedangkan untuk lapisan di bawahnya,
terdiri atas beberapa lapisan kutikula yang tersusun atas selulosa, kutin dan juga zat lilin.  Lapisan pektin pada kutikula ini merupakan lapisan pemisah antara kutikula dengan dinding epidermis . Kutikula pada tumbuhan ini juga sangat berperan penting bagi sistem jaringan pada daun tersebut.
Kutikula apda daun ini bersifat permeable terhadap air dan molekul larut air. Tumbuhan xerofit seperti kaktus biasanya memiliki lapisan kutikula yang tebal untuk kelangsungan hidupnya di lingkungan yang kering. Sedangkan tumbuhan yang berada disekitar air laut memiliki kutikula yang tebal untuk melindungi dirinya dari efek racun dari air garam.

Panel Surya (Solar Cell)

Pengertian Sel Surya (Solar Cell) dan Prinsip Kerjanya – Sel Surya atau Solar Cell adalah suatu perangkat atau komponen yang dapat mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik dengan menggunakan prinsip efek Photovoltaic. Yang dimaksud dengan Efek Photovoltaic adalah suatu fenomena dimana munculnya tegangan listrik karena adanya hubungan atau kontak dua elektroda yang dihubungkan dengan sistem padatan atau cairan saat mendapatkan energi cahaya. Oleh karena itu, Sel Surya atau Solar Cell sering disebut juga dengan Sel Photovoltaic (PV). Efek Photovoltaic ini ditemukan oleh Henri Becquerel pada tahun 1839.
Arus listrik timbul karena adanya energi foton cahaya matahari yang diterimanya berhasil membebaskan elektron-elektron dalam sambungan semikonduktor tipe N dan tipe P untuk mengalir. Sama seperti Dioda Foto (Photodiode), Sel Surya atau Solar Cell ini juga memiliki kaki Positif dan kaki Negatif yang terhubung ke rangkaian atau perangkat yang memerlukan sumber listrik.
Pada dasarnya, Sel Surya merupakan Dioda Foto (Photodiode) yang memiliki permukaan yang sangat besar. Permukaan luas Sel Surya tersebut menjadikan perangkat Sel Surya ini lebih sensitif terhadap cahaya yang masuk dan menghasilkan Tegangan dan Arus yang lebih kuat dari Dioda Foto pada umumnya. Contohnya, sebuah Sel Surya yang terbuat dari bahan semikonduktor silikon mampu menghasilkan tegangan setinggi 0,5V dan Arus setinggi 0,1A saat terkena (expose) cahaya matahari.
Saat ini, telah banyak yang mengaplikasikan perangkat Sel Surya ini ke berbagai macam penggunaan. Mulai dari sumber listrik untuk Kalkulator, Mainan, pengisi baterai hingga ke pembangkit listrik dan bahkan sebagai sumber listrik untuk menggerakan Satelit yang mengorbit Bumi kita.

Struktur Dasar dan Simbol Sel Surya (Solar Cell)

Berikut ini adalah Struktur Dasar, Bentuk dan Simbol Sel Surya (Solar Cell).
Pengertian Sel Surya (Solar Cell) dan Prinsip Kerjanya

Prinsip Kerja Sel Surya (Solar Cell)

Sinar Matahari terdiri dari partikel sangat kecil yang disebut dengan Foton. Ketika terkena sinar Matahari, Foton yang merupakan partikel sinar Matahari tersebut meghantam atom semikonduktor silikon Sel Surya sehingga menimbulkan energi yang cukup besar untuk memisahkan elektron dari struktur atomnya.  Elektron yang terpisah dan bermuatan Negatif (-) tersebut akan bebas bergerak pada daerah pita konduksi dari material semikonduktor. Atom yang kehilangan Elektron tersebut akan terjadi kekosongan pada strukturnya, kekosongan tersebut dinamakan dengan “hole” dengan muatan Positif (+).
Daerah Semikonduktor dengan elektron bebas ini bersifat negatif dan bertindak sebagai Pendonor elektron, daerah semikonduktor ini disebut dengan Semikonduktor tipe N (N-type). Sedangkan daerah semikonduktor dengan Hole bersifat Positif dan bertindak sebagai Penerima (Acceptor) elektron yang dinamakan dengan Semikonduktor tipe P (P-type).

Di persimpangan daerah Positif dan Negatif (PN Junction), akan menimbulkan energi yang mendorong elektron dan hole untuk bergerak ke arah yang berlawanan. Elektron akan bergerak menjauhi daerah Negatif sedangkan Hole akan bergerak menjauhi daerah Positif. Ketika diberikan sebuah beban berupa lampu maupun perangkat listrik lainnya di Persimpangan Positif dan Negatif (PN Junction) ini, maka akan menimbulkan Arus Listrik.

Rangkaian Seri dan Paralel Sel Surya (Solar Cell)

Seperti Baterai, Sel Surya juga dapat dirangkai secara Seri maupun Paralel. Pada umumnya, setiap Sel Surya menghasilkan Tegangan sebesar 0,45 ~ 0,5V dan arus listrik sebesar 0,1A pada saat menerima sinar cahaya yang terang. Sama halnya dengan Baterai, Sel Surya yang dirangkai secara Seri akan meningkatkan Tegangan (Voltage) sedangkan Sel Surya yang dirangkai secara Paralel akan meningkatkan Arus (Current).
Baca juga : Rangkaian Seri dan Rangkaian Paralel Baterai.
Rangkaian Seri dan Paralel Sel Surya

Stuktur dan Fungsi Jaringan pada Daun

Struktur daun dan juga fungsinya perlu diketahui dengan baik. Daun merupakan salah satu bagian tumbuhan yang memiliki bentuk serupa terhadap lembaran yang pipih berwarna hijau bila terkena cahaya maupun udara secara langsung. Daun bermula karena ada meristem apikal telah mengalami pertumbuhan yang dapat membentuk jadi kuncup yang menonjol pada bagian samping. Berikut ini penjelasan secara lebih jelas mengenai struktur daun.



Struktur Dan Fungsi Jaringan Daun
Contents [show]
Proses tumbuh kembang pada daun beda jauh dengan proses pertumbuhan yang terjadi di bagian akar maupun batang. Sebab proses pertumbuhan dibagian daun sangat terbatas.
Daun juga termasuk bagian organ paling utama pada tumbuhan yang berperan menghasilkan karbohidrat melewati sebuah proses yang disebut dengan fotosintesis.
Fungsi daun sebagai bagian tumbuhan ialah untuk tempat fotosintesis atau produksi bahan-bahan makanan tumbuhan. Selain itu daun mempunyai fungsi lain menjadi alat ekskresi peristiwa evaporasi maupun gutasi yang dimanfaatkan menjadi tempat dilakukannya proses penukaran gas O2 dengan CO2 karena adanya stomata serta gutatoda.
Sama halnya dibagian akar maupun batang, daun juga memiliki 3 bagian sistem jaringan. Masing masing bagian helai daun juga tersusun oleh bagian selapis epidermis untuk pelindung, dibagian jaringan dasar parenkim (mesofil), serta berkas vaskuler.

1. Epidermis

Struktur daun yang pertama adalah epidermis. Bagian ini berada di bagian permukaan di atas daun (permukaan adaksial). Di bagian lapisan ini tak tersedia ruang antara sel-sel. Antara bagian sel epidermis tersebut ada bagian sel penjaga berfungsi membantu pembentukan stomata. Dibawah ini bagian-bagian dari epidermis.

Stomata

Fungsi stomata sendiri ialah sebagai tempat pertukaran gas maupun pertukaran air. Bagian stomata yang ada dibagian permukaan daun secara menyebar yang memiliki jumlah lebih banyak daripada bagian permukaan di atas daun.
Bila pada tumbuhan terestrial, bagian stomata biasanya banyak ditemukan diarea permukaan tepatnya di bawah daun. Adapun tumbuhan yang tumbuh di atas air, memiliki stomata lebih banyak ditemukan dibagian permukaan di atas daun.

Kutikula

Kutikula ialah bagian yang terjadi dalam proses penebalan dibagian dinding sel luar epidermis dibagian atas. Kutikula berfungsi dalam upaya mencegah penguapan, dengan begitu dapat digunakan untuk menurunkan kadar hilangnya air karena dapat terjadi lewat epidermis bagian atas.

Trikomata

Berikutnya adalah trikomata atau yang sering disebut dengan sel rambut halus. Bagian trikomatan mengalami pembentukan dibagian epidermis atas maupun bawah daun yang berfungsi untuk mencegah terjadinya penguapan yang melampaui batas ataupun dengan jumlah yang sangat berlebihan yang bisa mengurangi air dalam tumbuhan.

Bulliform dan velamen

Bagian ini berperan penting sama halnya struktur sebelumnya. Khususnya epidermis daun. Blliform dengan velamen termasuk bagian sel yang dimanfaatkan untuk proses penyimpanan air dan berukuran lebih besar daripada ukuran sel epidermis lainnya.

2. Mesofil (Jaringan Dasar)

Mesofil dibagian daun merupakan jaringan dasar yang dibentuk dari parenkim palisade (jaringan penyokong) dengan jaringan spons (bunga karang). Untuk jenis tumbuhan dikotil, bagian bawah epidermis ada bagian sel-sel parenkim.
Kemudian sel-sel parenkim juga akan mengalami pembentukan sehingga jadi jaringan parenkim palisade serta jaringan spons. Jaringan parenkim palisade ialah jaringan parenkim pada daun dengan memiliki kloroplas berjumlah banyak dengan begitu, bagian jaringan tersebut dapat melangsungkan proses fotosintesis. Adapun sel dibagian jaringan parenkim juga dapat tersusun sangat rapat.
Di bagian jaringan spons tumbuhan dikotil ialah bagian jaringan yang bagian dalamnya terdapat pembuluh pengangkut. Pada bagian jaringan tersebut ditemukan kloroplas, tapi jumlah yang ditemukan lebih sedikit dibandingkan kloroplas yang ditemukan dibagian jaringan parenkim palisade.
Sementara pada tumbuhan monokotil umumnya tak ada jaringan parenkim palisade, tapi di bagian tersebut Cuma ada jaringan spons. Pada proses fotosintesis seluruh bagian penyusun jaringan spons memiliki bentuk membulat.
Di bagian jaringan tersebut juga terdapat ruang yang dipakai untuk pertukaran sel. Sama halnya dengan tumbuhan dikotil, jaringan spons yang ada di tumbuhan monokotil juga memiliki pembuluh pengangkut. Cirri khas jaringan spons ialah adanya lekukan-lekukan yang selanjutnya menjadi alat penghubung antar sel.

3. Berkas Vaskuler

Selanjutnya adalah penyusun berkas vaskuler untuk daun ialah folem dengan xilem yang berada dibagian tulang daun, tulang-tulang cabang, maupun urat-urat daun yang terlihat menonjol di permukaan bawah daun. Xilem berguna untuk membantu mengalirkan air maupun mineral.
Berikutnya bagian sel-sel floem bermanfaat membantu mengedarkan zat-zat organik hasil proses fotosintesis yang dilakukan. Berkas vaskuler merupakan lanjutan berkas vaskuler pada bagian batang, walaupun luasnya tak seluas bagian batang.
Karena adanya tulang daun di xilem dan floem pada bagian tulang daun, itu artinya tulang daun memiliki fungsi cukup penting. Sedangkan fungsi tulang daun bukan hanya dimanfaatkan untuk penguat atau memberi bentuk helaian daun, tapi juga digunakan dalam upaya membantu proses transpor antara pembuluh satu dengan lainnya dalam tumbuhan.
Berkas vaskuler daun, tersebar sampai ke semua bagian helaian-helaian daun. Sehingga berkas vaskuler pada tengah helaian daun, juga akan mengalami pembentukan jadi tulang daun. Adapun pola maupun sketsa yang tulang daun akan dibentuk sebagai pertulangan daun. Ada dua kategori pola utama pertulangan daun, yaitu pertulangan jala dengan pertulangan sejajar.
Itulah pembahasan tentang struktur daun secara lengkap. Proses fotosintesis dilakukan di bagian daun sehingga peran daun sangat penting bagi tumbuhan. Proses fotosintesis tersebut juga bisa mempengaruhi perkembangan tumbuhan. Semoga bermanfaat.

Struktur dan Fungsi Jaringan pada Batang

A. Fungsi Batang
Secara umum, batang mempunyai fungsi sebagai berikut:

  1. Menegakkan di atas tanah serta mendukung cabang, daun, dan bunga. Tempat melekatnya daun dan tunas pada batang adalah buku (nodus) dan batang di antara dua buku disebut ruas (internodus).
  2. Mengarahkan posisi daun agar memperoleh cahaya matahari yang cukup.
  3. Organ utama yang berfungsi dalam transportasi air dan zat makanan.
  4. Pada tumbuhan tertentu (mis, kunyit) berfungsi sebagai penyimpan cadangan makanan


B. Jaringan Penyusun Batang

Struktur jaringan yang menyusun batang pada tumbuhan dari luar ke dalam adalah epidermis, kortek, dan slinder pusat.

  1. 1. Epidermis : Satu lapisan sel. Modifikasi : trikoma dan stomata. Setelah dewasa stomata akan menjadi lentisel (pori penghubung ruang antar sel dalam batang dengan udara lingkungan. Pada batang dewasa, jika epidermis rusak maka lapisan epidermis digantikan oleh jaringan felogen atau kambium gabus. Di bawah epidermis terdapat jaringan korteks.
  2. 2. Korteks, tersusun dari jaringan parenkim. Jaringan kortek batang memiliki fungsi seperti halnya pada akar. 
  3. 3. Jaringan pengankut. Jaringan di bawah kortek adalah jaringan pembuluh tapis (floem) yang berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. Pada bagian dalam dari floem ditemukan adanya berkas pengangkut yang disebut dengan pembuluh kayu (xilem), yang berfungsi untuk mengangkut air dan zat hara dari akar ke daun, xilem juga dapat berfungsi sebagai jaringan penguat.
  4. 4. Stele, tersusun oleh jaringan parenkim berbentuk jari-jari empulur. Seperti halnya pada akar di bagian terdalam batang juga tersusun atas empulur batang. Pada tumbuhan dikotil, diantara floem dan xilem dibatasi oleh kambium. Jaringan kambium mempunyai sifat selalu membelah yang menyebabkan diameter batang bertambah besar.

  5. Sumber : 
  6. https://haumagenst.blogspot.com/2014/10/struktur-dan-fungsi-jaringan-pada-organ_28.html